>Enjoying sunset & Kecak Dance at Uluwatu Temple

>

Bayangkan, berkali-kali pergi ke pulau dewata namun belum sekalipun nonton pertunjukan tarinya! Akhirnya pada trip kali ini kami sengaja khusus meng-agenda-kan dan bahkan khusus memesan tiket dari Jakarta, untuk dua pertunjukan tari yaitu Tari Kecak dan Tari Barong.
Setelah surfing sana-sini di internet kami memutuskan untuk menggunakan jasa ekuta holiday untuk memesan tiket kedua pertunjukan tersebut serta tiket untuk SeaWalker. Harga tiket per-orang untuk sekali menonton adalah Rp 70.000. Prosesnya ternyata cukup mudah, tinggal email mereka, tunggu kiriman konfirmasi harga, transfer via atm BCA lalu terakhir print aja voucher tiket yang mereka kirim ke email kita tersebut.

Sekitar jam 5 sore lewat sedikit kami sudah tiba di halaman parkir Pura Uluwatu yang letaknya jauh di ujung selatan pulau Bali.

Keuntungan datang lebih dini adalah mudah mencari tempat parkir dan bisa memilih tempat duduk di area menonton pertunjukannya.
Karena kami membawa sarung sendiri maka kami dapat terhindar dari antrian panjang orang-orang yang hendak menyewa kain sarung ataupun selendang kuning yang biasa kita gunakan jika memasuki kawasan pura di Bali.
Setelah berfoto-foto sebentar, kami segera menukarkan voucher tiket di dekat area pertunjukan dan sebagai gantinya diberi 3 lembar tiket masuk yang harus kami serahkan pada petugas di gerbang area pertunjukan nanti.
Karena baru sedikit yang memasuki area pertunjukan maka kami dapat leluasa pilah pilih tempat duduk. Setelah dapat yang paling tengah dan agak di atas kami segera mengeluarkan kamera dan camcorder serta mulai mengabadikan proses matahari terbenam yang kabarnya spektakuler tersebut.
Sayangnya hari ini tebal sekali awan di atas pulau Bali sehingga matahari tenggelam ke dalam awan🙂 bukannya terbenam di balik laut, hehe…

Perlahan tapi pasti menjelang jam 6 sore tempat duduk dalam area pertunjukan yang berbentuk melingkar tersebut semakin penuh (dan akhirnya menjadi terlampau penuh sehingga antara penonton dan para penari seperti berkumpul menjadi satu)
kiri: pendeta Hindu memberkati para penari
Seorang pendeta Hindu mulai menyalakan api di tengah area pertunjukan, dan tak lama kemudian rombongan penari laki-laki mulai memasuki area.

Tari Kecak adalah salah satu tarian Bali yang populer sejak tahun 1930-an dan dimainkan oleh banyak penari laki-laki yang duduk
melingkar dan menyerukan suara “cak” sambil mengangkat kedua lengannya, menggambarkan kisah Ramayana saat barisankera membantu Rama melawan Rahwana.

Namun sebenarnya Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi tarian dimana penarinya berada dalam kondisi tidak sadar dan melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur.
Tari kecak tidak menggunakan pengantar gamelan, hanya suara “cak” para penari serta gemerincing suara kincringan yang diikat pada kaki penari yang memerankan tokoh kisah Ramayana ini.
Cerita singkatnya adalah saat Rama dan isterinya, Dewi Shita serta adik Rama, Laksamana, tengah diasingkan ke sebuah hutan.
Rahwana berupaya menyingkirkan Rama dan Laksamana dengan
mengirimkan seekor kijang jejadian jelmaan pembantu Rahwana, kemudian menculik Dewi Shita.
Lalu Rama dibantu Hanoman, bala tentara kera Sugriwa dan seekor burung Garuda mengalahkan Rahwana dan berkumpul kembali dengan isterinya, Dewi Shita.
foto kiri:
Di akhir cerita, para penari akan berkumpul di tengah area pertunjukan dan memberi hormat pada penonton, serta mengundang para penonton untuk berfoto bersama mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s