>Around Mataram, Ampenan, Cakra & Senggigi

>

“Pulau Lombok bagaikan Bali di awal 1980an”. Begitulah yang banyak diperbincangkan orang. Saking penasarannya, maka pada libur Idul Adha tahun ini, tepatnya 17 – 21 November 2010 kami bertiga terbang ke pulau yang termasuk dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.
Terbang dengan Lion Air sekitar 1,5 jam, kami mendarat di bandara Selaparang yang terletak di kota Ampenan pada pukul 15.30 wita.

Cuaca selama penerbangan cukup cerah, namun saat kami sudah berada dalam taksi menuju hotel di –

daerah Senggigi hujan turun dengan derasnya, untung ya..
Perjalanan dari bandara ke Senggigi menggunakan Borobudur Taksi milik koperasi bandara yang dioperasikan secara monopoli. Jadi setiap tujuan telah memiliki tarif tetap masing-masing.
kanan atas & bawah: pemandangan dari balkon kamar

Dari Selaparang ke Senggigi kami diharuskan membayar Rp 57.000.
Lama perjalanan hanya sekitar 25 menit. Meski jalan rayanya mulus namun tidak begitu lebar, sehingga jika ada motor didepan kita sementara ada mobil dari arah berlawanan maka untuk mendahului motor tersebut kita harus menunggu mobil tersebut lewat dulu, karena lebar jalannya ngga bakalan muat.

kiri: cafe tenda Cak Poer, Senggigi

kanan: kesal menanti ayam bakar di Cak Poer yang ngga muncul-muncul , sementara aku dan hubby sudah selesai makan nasi goreng. Ini disebabkan karena terlalu ramainya pengunjung sementara pelayan meneruskan susunan order pada sang koki secara kacau balau. Paling aneh saat kami telah kelar makan dan sudah membayar baru capcay gorengnya tiba, halah!!
Selesai meletakkan koper di kamar, kami langsung turun ke halaman belakang hotel untuk menengok pantai dan kolam renangnya. Udara setelah hujan masih meniupkan semilir angin sepoi-sepoi.

Pantai di belakang Sheraton Senggigi berpasir coklat halus dan bersih. Pantai-pantai di Senggigi terkenal komplit karena memiliki aneka warna pasir, ada yang putih bersih, cream, coklat sampai abu-abu gelap juga ada. Tinggal pilih..
kiri & kanan: breakfast di hotel
Ketika browsing Mr Google dikatakan bahwa jalanan di pulau Lombok mulus, sepi dan rata, sehingga cara paling bagus untuk menikmati keindahan pulau adalah dengan menyewa sepeda. Well, I think either the author was talking about the other islands or the post were made and not updated for a long time.. Boro-boro nyewa sepeda, baru lihat kontur jalanan di Lombok Barat dan Utara terutama Senggigi yang seperti Phuket, turun naik bukit, sudah bikin nyali ku ciut duluan. Mungkin di Selatan Lombok lebih rata ya…?

kiri & kanan: icip-icip ayam Taliwang Irama dan pelecing kangkung di Cakranegara, lezat walaupun ayamnya berukuran mini, hehe

Kurangnya transportasi disini mungkin menyebabkan Lombok belum dapat berkembang sepesat Bali. Bayangkan, hampir tidak ada kendaraan umum. Pilihannya hanya sewa mobil, panggil taksi atau sewa motor. Hanya di beberapa tempat (di depan hotel kami ada beberapa) ada cidomo (semacam delman kecil) yang mangkal. Namun karena kontur jalannya yang naik turun, serta pengalamanku sendiri waktu mencoba naik, cukup 1 kali saja dari hotel ke Cafe Alberto pp. Takut as cidomonya patah dan ngga tega lihat kudanya dicambuk..huhu.
kiri & kanan: Mataram Mall, satu-satunya mal di pulau Lombok

Kalau ingin layanan pesan antar KFC, Mc Donald dan PizzaHut, ada namun mohon maaf terbatas hanya untuk sekitar Mataram kota saja, duh!
Untungnya kuliner lokal menawarkan ragam menu yang menerbitkan air liurku. Selama beberapa hari ini mulut dan perut berteman cukup akrab dengan ayam taliwang, ayam betutu dan pelecing kangkung yang gampang ditemui di penjuru pulau ini. Ukuran pedasnya bisa ditawar koq🙂
kiri: 1 diantara dua supermarket yang ada di Senggigi, ‘Senggigi Jaya’
kanan: inside Mataram Mall
Bagian pulau yang lebih hidup oleh wisatawan adalah Lombok Barat & Utara. Banyak wisatawan Barat yang menyewa motor, sementara yang dari Asia lebih memilih sewa mobil atau taksi.
Bila sebagian besar pulau sepi setelah matahari terbenam, sebaliknya Senggigi ramai sampai jauh malam. Di daerah ini hanya terdapat 2 supermarket (lebih tepatnya sih minimarket). Satu namanya Senggigi Jaya terletak disebelah money changer dan atm BCA serta Papaya Cafe. Yang satunya terletak di seberang cafe tenda Cak Poer. Tapi walaupun hanya dimonopoli oleh dua toko tersebut, barang yang dijual sangat lengkap dan harganya sama saja dengan supermarket di Jakarta. Dari Tampoon sampai Diamond Juice lengkap, mulai krim creambath Makarizo & L’oreal hingga obat-obatan ada, mau aneka sunblock merk lokal dan internasional banyak. Hebat juga.
Bukan main, baru setengah hari disini I started to love this island. Meskipun belum seramai Bali, masyarakatnya jauh lebih ramah pada wisatawan domestik macam kami ini. Semoga poin plus ini akan mereka pertahankan hingga kapanpun. Cukup sering aku mendengar keluhan wisatawan lokal tentang sikap sebagian besar orang Bali terhadap wisatawan dari negerinya sendiri. Sungguh sayang…


atas & kanan: keindahan sunset di Senggigi

kiri: tempat romantis di Senggigi untuk nonton sunset dan makan malam. Menyediakan pizza crispy yang enak dan kolam renang di tengah resto.

Terletak berdekatan dengan Pura Batu Bolong.
kanan: restoran hotel yang bersambungan dengan pool bar dan kolam renang. Sunset juga dapat dilihat dari sini.

kanan: Cidomo yang kami sewa untuk mengantar kami ke Cafe Alberto
kiri: area check-in di Bandara Selaparang, hanya ada 3 loket. Dengan airport tax Rp 20.000 Bandara ini juga hanya punya 1
ruang tunggu yang dipakai ramai-ramai. Beruntung Sheraton memiliki lounge khusus buat tamunya disini.
kiri: gunung Rinjani di kejauhan

kanan: makan siang di hoka bento tiruan sebelum naik pesawat
kanan: jalan jauh dari gate ke pesawat

kiri: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air berjejer manis disamping pulau Lombok

kanan: Senggigi dan Lombok Barat dari atas langit
Lima hari ini belum cukup bagi kami untuk menikmati keindahan Pulau Lombok, karena baru sisi barat dan utara yang kami singgahi. Terbius panorama alam dan pantai-pantai cantiknya kami berniat untuk balik lagi kemari saat libur lebaran tahun 2011. Mungkin saat itu Bandara Internasional yang sekarang sedang dibangun dekat pantai Kuta sudah difungsikan. Lombok Selatan dengan pantai Putri Nyale dan Tanjung Aan menanti kedatangan kami… Au revoir !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s