>Huntington Park California, Admiring Nature and Arts…

>

16 September tahun ini jatuh pada hari kamis. Tepat pada hari ini ayahku berulangtahun dan juga merupakan hari terakhir liburan kami di US tahun 2010 ini. Sebelum kami bertiga pulang ke Indonesia, Om ku mengajak kami semua beranjangsana ke Huntington Park di San Marino yang kebetulan tidak jauh letaknya dari rumah beliau.

Setiap tahunnya Huntington Park dikunjungi lebih dari 500.000 pengunjung.

Untuk cek harga tiket masuk ke taman ini klik disini. Bagi member tidak perlu membayar tiket masuk serta boleh membawa tamu dengan gratis.

Huntington Park terdiri atas perpustakaan, galeri koleksi seni dan taman botani, berdiri di atas tanah seluas 207 acre (1 acre sama dengan 4.046,8564224 m2, berarti hampir sekitar 838.000 m2) milik Henry Edwards Huntington (1850-1927).

Henry E.Huntington adalah seorang pengusaha yang mencintai pendidikan dan riset serta mengagumi seni, sehingga sebagai pengusaha yang sangat berhasil di jamannya Ia lalu mendirikan The Huntington sebagai suatu usaha private nonprofit pada tahun 1919.
kanan: The Cafe at Huntington Park
Semula San Marino Ranch ini adalah tempat tinggal pribadi Huntington, yang kemudian diubahnya menjadi bentuk yang sekarang. Bahkan Huntington dan istrinya dikuburkan di dalam musoleum yang berada dalam area taman ini.
kanan: Pavilion of the Three Friends
kiri & kanan: tempat makan di Chinese Garden
Kesan pertama yang kutangkap saat mulai berjalan di Huntington Park ini adalah: asri serta luas sekali.
Setelah melapor di bagian penerimaan tamu dan mendapat stiker member (yang harus ditempel
kan di dada kiri) bagi kami semua, perjalanan kami dimulai menuju Liu Fang Yuan, atau in English: Chinese Garden.

Liu Fang Yuan artinya ‘Flowing Fragrance’,
kanan : Tea House

merujuk pada keharuman aneka bunga dan pohon yang terdapat disana misalnya pinus, lotus,plum dan aneka tanaman yang berasal

dari negeri tirai bambu tersebut. Banyak member taman ini yang le-
luhurnya berasal dari negeri Cina menyumbangkan uang guna membangun apa yang sekarang disebut dengan Chinese Garden ini.
kanan: salah satu batu import dari Lake Tai

Seluruh bebatuan unik serta tanaman dan bangunan yang ada dalam Chinese Garden kabarnya didatangkan langsung dari Cina!

kiri: pohon yang mirip telapak tangan

kanan: Moon Bridge di Japanese Garden

Dari Chinese Garden kami lalu menyusuri jalan kecil di bagian belakang taman yang mengarah ke Japanese Garden (foto kiri).

kanan: pohon dengan akar unik

Selesai dibuat pada 1912 membuat taman ini menjadi salah satu Japanese garden tertua di Amerika
Di desain dengan dominasi warna hijau tanpa satupun corak warna terang di dalamnya, membuat kita merasa tenang dan nyaman berada disini. Sebuah rumah tradisional Jepang dari abad 19, saat periode restorasi Meiji, dipindahkan pula kesini.
kanan atas: Rose Garden
kiri: patung di samping Art Gallery
kanan: taman luas di sisi lain Art Gallery
Setelah berhenti sebentar di Rose Garden yang menebarkan semerbak wangi aneka mawar, kami melangkahkan kaki-kaki yang mulai lelah ini menuju Art Gallery yang berisi koleksi seni Eropa.
kanan: eks ruang makan di lantai dasar
Seluruh Art Gallery boleh difoto dengan syarat tidak menggunakan flash dan tripod.
kiri: bangunan utama Art Gallery yang dulunya tempat tinggal Huntington
kanan: Thornton Portrait Gallery
kiri: selasar yang berisi koleksi seni dari abad ke 18

Memasuki bangunan Art Gallery yang dulunya merupakan tempat tinggal Huntington membuat kami
seolah ditarik kembali ke abad 19.
Seluruh furnitur asli masih dipertahankan, lengkap dengan semua koleksi seni Huntington, memberikan pemahaman menyeluruh tentang kehidupan pendiri taman tersebut.
kanan: drawing & music room yang besar
kiri: The Blue Boy by Thomas Gainsborough, ca.1770 ; terdapat dalam Thornton Portrait Gallery yang memiliki koleksi British portraits abad 18 dan awal 19 yang terbaik di luar London.

kanan: di depan Scott Galleries yang berisi American Art
kiri: di dalam gift shop yang lokasinya terletak di paviliun sebelah pintu masuk
kanan: pulang ke rumah melewati route 66 yang terkenal itu

Mengunjungi museum memberikan kesenangan tersendiri buatku. Karena itu Huntington Park memberikan sentuhan manis di akhir perjalananku ke Amerika tahun ini. Tentu saja ini bukan akan merupakan kunjungan terakhir kemari, karena ku agendakan, masih banyak koleksi seni dan galeri yang belum sempat di tengok kali ini.

Before I ended this post, Many thanks to Mr Huntington who has devoted his entire life to Art & Science!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s