>Griffith Park & Observatory, We are All One, Born Out of the Dust of the Stars…

>

Man’s sense of values ought to be revised. If all mankind could look through that telescope, it would change the world.Griffith J. Griffith
Seorang Griffith menyumbangkan tanahnya yang ia beri nama Griffith Park pada pemerintah kota Los Angeles pada 1896. Kemudian mewariskan uangnya pada 1919 untuk membangun sebuah Observatory dan The Greek Theater di puncak bukitnya. Sayangnya Ia tidak keburu melihat impiannya selesai dibangun.
Sungguh, ini perjalananan yang amat-sangat diniatkan. Bagaimana tidak, untuk sampai ke Griffith Observatory ini butuh perjuangan yang cukup lumayan, sempat kesasar sana-sini untuk cari bus stop yang tepat. Selain dari lokasi tempatnya yang terpencil di atas bukit pula. Tapi setelah berhasil sampai di tempatnya, rasanya semua perjuangan tadi setimpal…

kanan: huruf ‘HOLLYWOOD’ terlihat lebih dekat dari sini, hehe

Selain kiprah para artisnya, kota Los Angeles terkenal juga karena lokasinya yang tepat sebagai pusat pengamatan luar angkasa di Amerika.

bawah: halte bus stop yang tersembunyi!!
Dari semua saudara kami yang bermukim di LA tidak ada seorangpun yang dapat mengantar kami kemari. Ada yang harus bekerja, ada yang mesti ke gereja, ada yang ngga mau drive mobilnya ke downtown LA karena macetnya yang luar biasa.😀

kanan: daftar harga tiket di Griffith Obsv

kanan bawah: dari bus stop masih lumayan jauh untuk sampai di Observatorynya
Om ku bertanya mau naik apa kami? Waktu kujawab dengan enteng; naik Metro, Dia berusaha meyakinkan kami bahwa tidak ada kendaraan umum kesana. Kalaupun mau maka kami harus ambil taksi dari exit Metro.
Aku jawab bahwa dengan bantuan Google kami sudah mendapatkan maps dan schedule transport menuju kesana, maka Om-ku dengan mengangkat bahu tanda putus asa hanya berkata, “well, if you said so…”

kiri: pemandangan dari Cafe; downtown LA di latar belakang
kanan: bentuk nyata dari semua unsur kimia yang sudah ditemukan
Jadi pagi ini, 11 September 2010, lagi-lagi kami diantar oleh my dearest Om ke Sierra Madre Station (ini karena my om maksa lho! hehe, kami sih ngga berniat merepotkan siapapun)
Karena bertepatan dengan tanggal segini, sembilan tahun yang lalu WTC New York dihancurkan oleh serangan teroris, maka tidak heran kalau hari ini penjagaan di seluruh kota diperketat. Ngga seperti biasanya, hari ini semua penumpang diperiksa tiket keretanya. Polisi juga terlihat ada dimana-mana. Akh, antara nyaman dan ngga jadinya…

kiri: pintu depan yang jarang dimasuki pengunjung
kanan: simulasi rotasi bumi di Sky Exhibits

Setelah change route di Union Station, dengan Red line lalu kami berhenti di Vermont/Sunset. Dari sini masalah kami bermula. Stasiun ini punya 2 pintu keluar. Karena di maps kurang jelas exit terdekat dengan bus stop-nya yang mana, apakah
kiri: Foucault Pendulum di main hall
di Vermont atau Sunset Boulevard, maka kami pilih saja yang kiri yaitu yang keluar di Vermont Avenue. Karena ujung jalan di atas merupakan pertemuan antara Vermont Ave dan Sunset Blvd, sementara ke empat gedung yang ada di perempatan ini sama-sama bernama –
Kaiser Permanente Medical Center, seketika navigasi otakku berhenti.

Nah lho! Gedung-gedung rumah sakit ini berjejer panjang sekali, hampir sepanjang Sunset Blvr & Vermont Ave. Setelah cukup lama berjalan, akhirnya kami baru menyadari bahwa kami telah berjalan ke arah yang salah. Setelah tanya pada beberapa orang, akhirnya kami bisa sampai kembali ke Vermont Ave. Lumayan juga kami tersesat arah sekitar 20 menit!

Sebagai petunjuk: LA Dept of Transport (LADOT) mengoperasikan public bus khusus ke Griffith Park hanya pada hari Sabtu dan Minggu, kecuali holiday, antara jam 10 am-10 pm. Bus tersebut akan berhenti di dekat Observatory yang letaknya paling jauh di puncak bukit setiap 35 menit sekali. Ongkosnya murah, hanya 35 cents untuk umum, sementara usia lanjut dan disable person 15 cents, anak dibawah 4 tahun gratis.
Jadi sejauh ini kami sudah tertinggal 1 bus..

kiri: Sky Diorama dalam Eye Exhibits
kanan: Unsur-unsur kimia
Setelah kembali ke Vermont Ave, kami terus berjalan sampai melewati Barnsdall Park disebelah kanan. Kami tidak juga dapat menemukan bus stop khusus ini. Masalahnya bus ini tidak berhenti di halte bus biasa. Setelah 3 kali salah menunggu di halte yang berbeda-beda, tanya-tanya
pengemudi bus dan orang-orang sekitar
kanan: dalam antrian menuju Samuel Oschin Planetarium
bawah: proyeksi sinar infra red atas kepala Kevin🙂

(sempat tergoda untuk nyetop taksi juga, hehe), akhirnyaaaa ketemu juga tuh halte. Dan tepat saat kami tinggal menyeberang ke halte tersebut, berangkatlah dengan anggunnya 1 buah bus….aaakkhhhhh!!! another 35 minutes standing!!
kiri: Palomar Telescope Model
kanan:Extending the Eye telescope

Kesimpulannya, setelah naik metro Red Line dan stop di Vermont/Sunset, exit-lah di pintu Sunset! Setelah sampai di atas, halte bus-nya tepat di lampu merah perempatan tersebut, ngga perlu kemana-mana lagi, termasuk jalan jauh sampai Barnsdall Park seperti kami tadi😦. Tunggu saja sampai bus-nya tiba. Biasanya bus rute khusus ini memasang tulisan di kaca depannya: to Observatory.
Setelah bus datang, bayar $1 dan 5 cents untuk bertiga, aku duduk tenang sambil menikmati perjalanan ke puncak bukit disertai hembusan udara aircon yang dingin, aaah..serasa di surga!

Setelah bus berhenti di halte terakhir ternyata kami masih harus berjalan kaki lagi. Ngga terlalu jauh sih, masalahnya matahari California masih garang-garangnya bersinar walaupun ini sudah hampir pertengahan September. Untungnya angin bakal musim gugur bertiup sesekali buat kami.

kiri: Gunther Depths of Space Exhibits
kanan: we can create meteorite impacts!

Menjelang sampai di Observatorium bentang alam di latar belakang sungguh indah. Kota LA terlihat jelas dari atas sini, sementara di sebelah kanan adalah daerah Mulholland Drive dengan huruf HOLLYWOOD yang kelihatan lebih besar.

Saranku, masuklah melalui pintu utama yang letaknya di bagian tengah, karena jarang pengunjung yang masuk lewat sini. Kebanyakan masuk lewat samping dan langsung turun ke lower level, padahal lebih bagus kalau kita melihat-lihat apa yang ada di lantai atas terlebih dahulu.
Masuk dan menikmati isi Observatorium ini, termasuk menggunakan semua teleskop besar maupun kecil yang mereka sediakan, adalah gratis. Kita hanya perlu membayar apabila berminat menonton film yang diputar dalam Samuel Oschin Planetarium dan di Leonard Nimoy Event Horizon Theater, $25 per orang.
Hall of the Sky-nya membuat anak-anak kecil sekalipun mudah memahami proses terjadinya siang & malam, pergantian musim, dan fase bulan.

Eye Exhibit menyajikan diorama langit, semua unsur kimia di alam kita,
termasuk segala macam sinar yang ada dan pengaruhnya bagi tubuh manusia.

kiri: salah satu koleksi meteorit mereka


kanan: santai di Gunther Depths of Space yang berada di lower level.
kiri: Mr Einstein ponders a tiny slice of the universe to me
kanan: Rebel Without a Cause monument

Turun ke lower level, disana terletak Gunther Depths of Space Exhibits, Edge of Space Exhibits, Leonard Nimoy Theater, serta Cafe besar (yang punya pemandangan langsung ke downtown LA, pasti bagus untuk makan malam) untuk mengisi perut kita dan juga gift shop yang menjual aneka barang unik yang berhubungan dengan sains dan luar angkasa.
Pastikan melihat patung Einstein yang paling terkenal disini, letaknya di dalam Gunther Exhibits.

Jadi kalau kamu berkesempatan mengunjungi Los Angeles, luangkan waktu untuk menengok tempat yang sarat pengetahuan dan mempunyai pemandangan yang ciamik ini, ok?

atas: santai dalam LADOT bus
kanan: terowongan menuju puncak bukit Griffith Park

bawah: Diorama gerhana dalam Eye Exhibits

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s