>LA City Tour – All about Movies

>

Bertepatan dengan hari Idul Fitri di Indonesia, Jumat 10 September 2010 ini kami bertiga bersama dengan tanteku berangkat dari rumah sekitar jam 07.30 ke stasiun Metro di Sierra Madre. Dari sana Metro akan membawa kami sampai di Union Station untuk berganti rute yang menuju Hollywood Boulevard, tempat kantor tour yang kami pilih berada. Ya! kali ini kami memutuskan untuk menggunakan jasa tour untuk membawa kami keliling kota Los Angeles.

Paket tour 1 hari ini sudah dipesan suamiku lewat internet sehingga ketika lapor di kantor tour, mereka hanya memeriksa nomor kartu suamiku untuk meyakinkan kebenaran sang pemesan.

Prosedur yang sederhana, singkat & tepat, hehe.

kiri: dalam Metro Gold Line

Tidak sampai 5 menit kami lalu diberi stiker bertuliskan ‘L.A. City Tour A-1′ yang merupakan kode jenis tour yang kami pilih. Mereka menyediakan macam-macam jenis tour yang menarik. Namun karena sebagian tempat sudah pernah kami
kunjungi, maka kami memilih tour keliling kota, termasuk mengunjungi beberapa pantai serta melihat rumah bintang film di Beverly Hills dan Bel-Air saja🙂
kiri: dalam Metro Red Line yang lebih kuno
kanan: kantor tour tepat berada di seberang pintu keluar jalur Metro Red Line
Cuaca hari ini sebagian panas dan lainnya berawan, keduanya disertai angin yang lu-
mayan dingin mengingat ini hampir masuk
musim gugur.

Sambil menunggu driver sekaligus guide kami yang masih menjemput peserta lainnya, kamipun berjalan menyusuri Hollywood Boulevard, mengikuti gambar bintang-bintang yang ada di trotoar (The Walk of Fame) sambil membaca nama-nama bintang yang tertera diatasnya. Tapi karena jalan ini panjang sekali dan kami takut ketinggalan bus tour-nya, jadi hanya yang ada di sekitar kantor tour yang kami lihat. Dalam hati aku niatkan untuk balik lagi kesini menyusuri jalan ini besok, hehe.
Sekitar 15 menit kemudian kami dipanggil untuk naik ke bus dan segera berangkat. Driver kami menjelaskan nama-nama daerah yang akan kami kunjungi hari ini. Hebat juga orang ini, ngga ada capenya ngomong terus dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, dipotong waktu makan siang 1 jam…. oh ya, kami ‘wajib’ bayar tip sebesar $9 perorang (sekitar 15% dari harga tour perorang) diluar biaya tour yang sudah dibayar tadi. Jadi, berempat kami harus mengeluarkan lagi $36. Ini nih yang bikin gw sebel kalau ikut tour😦

kanan: Little Texas di LA
Saat menuju ke arah Venice Beach bus kami sempat lewat Glendale Boulevard yang terletak diantara Beverly Boulevard dan Colton Avenue. Di jalan ini terdapat sisa ladang minyak pertama di LA, lengkap dengan Rigs-nya, dari masa kejayaan Los Angeles sebagai kota produksi minyak sekitar tahun 1892. Sekarang tempat ini masih sering digunakan untuk shooting film.

kanan: Jalan utama pantai Venice

Perhentian pertama kami adalah di Venice Beach. Dinamakan Venice karena daerah sekitar sini tadinya merupakan kanal-kanal yang terendam air laut mirip seperti Venice asli di Italia. Setelah mengalami pengurukan tanah sampai menjadi seperti sekarang, masih tersisa beberapa jalan yang berupa kanal dengan rumah-rumah yang memiliki tambatan perahu yang cantik sekali.

kiri: museum Ripley’s di Hollywood Boulevard
kanan: Kevin di Venice Beach

Venice Beach merupakan pantai yang dipakai untuk shooting film ‘BayWatch’. Banyak terdapat toko yang menjual kaos dan topi disekitar pantai. Disini disediakan area khusus
bagi yang senang bikin grafiti, asal ijin dulu sama penjaganya. Tapi menurut guide kami, tempat ini termasuk area yang lumayan berbahaya di malam hari karena menjadi pusat berkumpulnya para pemulung dan anak jalanan, ada juga ya yang kayak begini di LA…
atas: di Marina Del Ray
kanan atas: masih di area shooting ‘BayWatch’
kiri: salah satu area bikin grafiti
kanan: Pier Santa Monica
Berbeda dengan Venice, Santa Monica Beach yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari situ, merupakan pantai kelas atas yang punya Pier eksklusif untuk Yatch-nya kaum berduit di sana.
kanan: Staples Center di Figuero St yang merupakan area bisnis LA
Lingkungan pantainya tertata rapi dan bersih sekali dengan pohon-pohon palem yang tertata indah di tepi jalan rayanya.

Satu pantai lagi yang kita kunjungi adalah Marina Del Ray, yang merupakan desa nelayan lengkap dengan pasar ikannya. Semua sempat turun dari bus disini. Tahu untuk apa? numpang pipis, haha….
kiri: pemulung di Venice Beach dengan trolley yang di-embat dari Costco🙂
kanan: China town-nya LA
Dari daerah pantai kami lalu mengunjungi Downtown LA. Mulai dari daerah bisnis di Figuero Street, melihat-lihat banyak gedung terke-
kiri: Santa Monica Beach
kanan: patung Felipe de Neve di Olvera St

nal seperti Staples Center dan Nokia, lalu ke Olvera Street di seberang Union Station. Olvera Street dan sekitarnya mayoritas dihuni oleh orang Spanyol, sekaligus merupakan jalan pertama yang dibuat di kota Los Angeles. Disini terdapat monumen El Pueblo bertahun 1781 yang dibuat oleh para pemukim asal Spanyol yang pertama datang ke daerah ini.
kiri: Union Station bagian atas
kanan bawah: rumah pertama di LA, didirikan tahun 1818 oleh Don Francisco Avila
Di belakang monumen El Pueblo ini terdapat sebuah jalan kecil yang penuh berisi pedagang barang dan mainan dari Spanyol, serta cafe-cafe kecil dengan menu khas Spanyol. Di jalan ini juga terdapat sebuah rumah yang merupakan rumah pertama di Los Angeles, yang dibangun oleh pendatang dari spanyol bernama Don Fransisico Avila pada tahun 1818. Setelah terkena gempa bumi hebat di tahun 70’an pemerintah kota merestorasi rumah tersebut dan menjadikannya bagian dari monumen kota tua LA ini.
kiri: monumen El Pueblo
Di sebuah toko cinderamata kutemukan magnet kulkas unik berbentuk orang yang menggunakan pakaian khas Mexico, harganya $4, jauh lebih murah daripada kalau beli di Hollywood.

kanan: jalan kecil tempat kami semua berfoto dengan latar belakang huruf HOLLYWOOD

Setelah puas berkeliling di sekitar Olvera Street kami kembali ke Hollywood Boulevard untuk istirahat makan siang selama 1 jam.

Kami memilih makan siang di dalam gedung Hollywood & High yang berada di sebelah Kodak Theater. Daripada kelamaan memilih kami sepakat untuk membeli sandwich yang bisa disantap dengan cepat. Untuk melengkapi sandwich-ku, tidak lupa aku juga pesan smoothies (yang ternyata masih lebih enak punya Mc-D, tapi sandwhich-nya TOP).

Tadinya aku pikir setelah makan siang kami akan dibawa menyusuri jalan utama di Hollywood ini untuk melihat tempat terkenal seperti Kodak Theater yang menjadi tempat diadakannya acara penyerahan Piala Oscar.
Ternyata kami dipersilahkan untuk melihat-lihat sendiri tentu saja dengan menggunakan jam makan siang yang hanya 1 jam itu, tanpa guide pastinya! iiih…

kiri: tangga tempat Julia Robert dan Richard Gere beradegan dalam film ‘Pretty Woman’
kanan: Papan nama jalan yang terkenal itu; Mulholland Drive, dekat huruf HOLLYWOOD
Selesai istirahat bebas 1 jam tersebut, kami semua segera naik kembali ke dalam bus lalu segera mengunjungi satu jalan kecil dimana kita semua turun dari bus dan berfoto dengan latar belakang tulisan HOLLYWOOD yang kelihatannya kecil banget, hahaha… Aku pikir kita bakalan foto di dekat tanda tersebut!

kiri: The best view of LA, from Santa Monica Mountains Conservancy Parkland
kanan: Pintu rumah Michael Jackson yang akan dilelang tersebut
Dari sana kami diajak naik, melalui Mulholland Drive, ke atas bukit yang semaknya gersang sekali. Ternyata dipuncaknya ada tempat untuk melihat kota Los Angeles dari kejauhan. Nama tempatnya: Santa Monica Mountains Conservancy Parkland. Pasti bagus kalau dilihat malam hari, tapi tempat ini ditutup dari mulai matahari terbenam sampai saat matahari terbit. Sayang sekali ya.
kiri: The Beverly Hills Hotel, tempat favorit artis untuk bunuh diri!!
kanan: pojokkan Rodeo Drive yang terkenal..
Selanjutnya adalah mengunjungi (lebih tepatnya: melewati) beberapa rumah artis di daerah Beverly Hills dan Bel-Air.
Ternyata banyak sekali yang muter-muter di daerah tersebut, sampai-sampai beberapa orang memanfaatkannya dengan membuat peta rumah-rumah bintang film!! Aku lihat sih lumayan laku lho.

kiri: tempat shooting ‘Fresh Prince from Bel-Air’

Waktu sampai di depan rumah Michael Jackson, tiba-tiba ada sebuah limousine berhenti di depan bus kami. Turunlah seorang perempuan cantik dengan dandanan super necis. Ternyata dia salah satu fans beratnya MJ. Kameranya sampai diselipkan segala diantara celah pagar rumah MJ, mencoba mengambil foto keadaan didalam sana. Hah! segitunya coba..
Rumah-rumah di Bel-Air kelihatannya lebih mahal dan mewah dari Beverly Hills. Nicolas Cage (yang kabarnya hampir bangkrut saat ini) punya satu rumah disini. Aaron Spelling almarhum punya satu mansion yang super gede juga disini.

Terakhir kami mengunjungi Rodeo Drive, tempat belanja bintang-bintang tersebut. Tiap toko punya selusin lebih bodyguard dan kabarnya tidak ada price tags (soalnya kan ngga ada peserta tour yang berani masuk, jadi ngga tau kebenaran kabar ini, hehe )
Kami hanya foto-foto saja di beberapa sudut di tempat ini. Setelah selesai, sekitar 20 menit saja berhenti di sini, kami semua kembali ke kantor tour di Hollywood Boulevard. Selesai sudah tour hari ini.
kiri: di sebelah Tiffany’s, Rodeo Drive
Pendapat pribadiku setelah ikut tour: lumayan tapi kurang puas! Banyak tempat terlewati. Masih harus aku kunjungi lagi secara pribadi, terutama daerah Hollywood…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s