>Ballard Locks and Salmon Ladder

>


Slogan di brosur tertera: “Hiram M. Chittenden Locks, where boats and fish move between lake level and sea level”, namun rupanya masyarakat sekitar lebih familier dengan nama: Ballard Locks, sesuai dengan nama daerah disana.
Untuk menuju kesini dari Downtown Seattle yang berjarak sekitar 5 miles cukup naik bis dengan rute 44. Atraksi lain yang berada cukup dekat dengan Ballard Locks adalah Woodland Park Zoo. Walaupun begitu jika kamu ingin langsung ke Zoo lebih baik naik bis rute 5 dari downtown karena akan lebih cepat sampai. Selain itu di dekat pintu masuk ke Ballard Locks terdapat cabang dari Ivar’s Fish Bar yang terkenal sejak tahun 1938 dengan Fish&Chips dan Clam Chowder-nya, hmmm..
Selesai dibangun tahun 1917, terusan ini menggabungkan Puget Sound dengan Lake Washington serta Lake Union.
Selain dapat dilalui oleh kapal2, jembatan yang ada diatasnya sering dipakai oleh pengendara sepeda dan orang2 yang berjalan kaki untuk menyeberang antara daerah Ballard dengan Magnolia di ujung satunya. Isi kompleks ini tidak melulu sebagai tempat menyeberang dan kapal lewat namun juga terdapat tempat Salmon Ladder dan taman botani yang indah bernama Carl S. English Jr. Jadi memang tidak salah jika tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata populer di Seattle.
Karena kami pergi dengan mobil maka hal pertama yang harus dilakukan setiba disana adalah membayar parkir dengan metode jam (jangan lupa langsung tempel struk bukti bayar di dashboard atau kaca ya!). Artinya jika lewat waktu yang tertera pada karcis maka mobil kita akan di derek😦
Dan karena di sekitar parkiran katanya merupakan daerah rawan kejahatan maka sebaiknya kita tidak meninggalkan barang apapun didalam mobil. Wah, langsung teringat pada salah satu episode Mr.Bean dimana kemudi mobilpun dia bawa ke dalam gedung..haha.
kiri: Kevin semangat sekali mau mengambil foto kuluk-kuluk yang sedang main di taman.
kanan: haha, inilah hasil fotonya…
seekor kuluk-kuluk yang sedang berjalan dengan santai.🙂
Ballard Locks terdiri atas 2 kanal, satu kecil (8,5 X 45,7 m) dan satu lagi besar (24,4 X 251,5 m).
Yang kecil digunakan jika lalulintas kapal yang lewat tidak terlalu ramai, serta menghemat air sungai ketika

musim panas saat danau-danau tersebut menerima lebih sedikit pasokan air.
Dengan memiliki 2 kanal berarti memungkinkan salah satu kanal dikeringkan bergantian untuk memudahkan perawatan kanal ini.
Kanal ini membantu kapal-kapal dari arah Puget Sound tetap dapat berlayar memasuki Lake Washington dan Lake Union yang lebih tinggi walaupun pasang sangat sangat surut sedang berlangsung di Puget Sound. Sistem yang mereka gunakan mirip dg Terusan Suez.
Setelah puas menonton kapal yang berlayar melewati kanal-kanal ini, kami menyeberang diatas kanal menuju ke Salmon Ladder. Sesuai petunjuk sang Salmon (kiri) kita tinggal mengikuti lingkaran tembaga bergambar ikan (kanan) yang terpasang di permukaan trotoar🙂
kiri: para pekerja sedang berada diatas ladder
kanan: Guide dalam viewing room yang terletak tepat dibawah pekerja2 tadi.
Kamu suka makan ikan Salmon pada sushi atau sashimi yang bergizi itu? Kalau ya, dengarkan sedikit cerita tentang mereka ya..
kanan: tahapan perkembangan telur-telur salmon yang dapat dilihat melalui kaca pembesar yang tersedia disana.
Salmon menetas di sungai kemudian mereka akan berkelana ke laut lepas dimana mereka menghabiskan sebagian besar masa hidupnya. Saat hampir sampai diujung siklus hidupnya, salmon dewasa yang berhasil bertahan hidup akan melakukan perjalanan kembali ke sungai dimana mereka menetas beberapa tahun yang lalu untuk ber-reproduksi. Salmon yang melakukan perjalanan ini disebut Andromous.
Ketika telah mencapai dasar sungai, betina memilih tempat untuk bersarang, dengan sirip buntutnya mereka akan menggali dasar sungai menyerupai cekungan dalam yang disebut Redd, meletakkan telur-telur untuk kemudian dibuahi oleh sperma salmon jantan. Setelah itu jantannya akan pergi untuk mencari Redd yang lain sementara sang betina tetap tinggal untuk menjaga Redd masing-masing.

Setelah bereproduksi, sekitar lebih dari 50% salmon akan mati, sehingga siklus hidup mereka akan dilanjutkan oleh telur-telur tersebut. Dari sekian ribu telur dalam satu Redd, hanya 10% yang akan bertahan dan berkembang menjadi salmon muda.
Setelah menetas mereka akan tetap berada di dasar sungai hingga seluruh kuning telur habis diserap. Kemudian mereka akan terus berkembang dan pindah ke tengah sungai/danau untuk mencari makanan hingga mereka cukup besar (disebut Smolts) untuk melakukan perjalanan ke laut.
Smolts bergerak ke hilir menggunakan arus di malam hari. Selama perjalanan tubuh mereka mengalami perubahan yang akan memungkinkan mereka untuk hidup di air asin nantinya. Proses ini disebut Smoltification.
Mereka akan menghabiskan 1 hingga 5 tahun di laut dalam yang dingin dan bernutrisi tinggi.
Saat tiba saatnya bereproduksi mereka akan kembali ke sungai mengikuti arus bau air sungai yang mengalir ke laut.
Fish Ladder viewing room membuat kita dapat mengamati semua proses di atas saatSalmon bermigrasi melewati kanal. Ladder dibuat untuk membantu salmon muda agar tidak terluka saat menuju ke laut lepas, dan membuat perjalanan mereka kembali ke sungai lebih mudah.

Tahukah kalian bahwa Hiram M Chittenden merancang Ladder ini ketika kanal-kanal dibuat antara 1911-1916? Jauh sebelum menurunnya populasi ikan salmon menjadi perhatian manusia…
Kiri: Kevin with Mr. Hiram Chittenden
kiri: Kevin dan ayahnya disamping patung Salmon Waves
kanan: penjelasan tentang salmon Waves
bawah: asyik menyimak keterangan tentang metode Ballard Locks di dalam visitor center.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s