>Jakarta-Seattle by EvaAir

>

Jumat, 27 Agustus 2010 kami berangkat ke bandara Soekarno Hatta jam 09.00. Meskipun pesawat dijadwalkan terbang jam 14.15 aku lebih suka untuk santai sejenak di bandara dan tidak terburu2 melakukan prosedur keberangkatan. Ternyata tol macet dari mulai pintu jatibening sepanjang tol Priuk, sampai di sekitar Kapuk. Tidak ada kejadian apapun yang menyebabkan kemacetan ini, hanya karena volume kendaraan yang tinggi saja. Akhirnya kami tiba di terminal 2D hampir jam 11.40!!
Karena lapar kami singgah dulu di gerai A&W, makan dengan cepat, lalu segera masuk untuk check-in.

Ternyata ada teman suami dan istrinya yang mau antar anak mereka untuk kuliah di Seattle sedang antri untuk check in di jalur yang sama. Jadi sambil antri kami ngobrol bareng mereka. Asyik juga sebab kami jadi punya teman ngobrol di pesawat.
Beres urusan check in, urus bebas fiskal dan cap imigrasi, kami langsung menuju gate D1 untuk boarding. Ngga menunggu terlalu lama kami disuruh naik ke pesawat Airbus 330 dengan susunan kursi 2-4-2 itu.
Saat take-off setelah roda pesawat lepas meninggalkan landasan tiba-tiba terdengar deru kencang entah mesin yang mana, yang pasti suaranya berasal dari atas pesawat (lho?) disertai menurunnya daya pesawat untuk naik lalu beberapa detik kemudian mulai tercium bau gosong memasuki kabin kami..wadooh, gawat nih, kupikir udah deh..tinggal tunggu hitungan detik lalu pesawat akan terhempas ke bawah! Memang jurus terakhir manusia ketika terjebak dalam situasi demikian adalah: pasrah dan berdoa pada Tuhan (jadi malu).
Yang terucap hanya minta ampun dan minta tolong. Deru kencang tersebut berubah menjadi batuk2 mesin yang kemudian mati, for a moment I felt a slow motion time..jatuh-engga-jatuh-engga. But thank you very much my precious GOD, pesawat tiba-tiba seperti mendapat tenaga tambahan sehingga melesat dengan cepat naik sampai diatas awan..tapi semua orang tetap diam..suasana heniiing, pasti semuanya sedang bersama-sama berdoa mengucapkan syukur tiada terkira.

Selanjutnya cuaca cukup baik sehingga perjalanan kami rasakan lumayan mulus, hanya terjadi beberapa goncangan kecil saja😀
Sepanjang perjalanan Jakarta-Taipei yang lamanya 6 jam lebih sedikit kami disuguhi 1x snack dan 1x makan malam dengan menu pilihan ayam/ikan dengan nasi, sayur, salad, buah, roti dan mentega serta 1 dessert. Aneka jus dan wine ask as u like!!
Dari personal tv aku sempat nonton 1 film judulnya ‘Le Grand Chef-Kimchi War’, sebenarnya bukan favoritku untuk nonton film mandarin/korea tapi karena ceritanya tentang koki dan makanan yang menarik minatku. Ternyata filmnya bagus dan terakhirnya seperti biasanya film korea, mengharukan..hehe. Lalu aku create juke box dari beberapa koleksi album lagu yang disediakan Eva melalui pilihan Sky Concert, dan sebentar-sebentar meng-klik Sky Compas untuk mengetahui posisi pesawat kami saat itu.
Hampir jam 9 malam waktu Taipei kami mendarat di bandara TaoYuan-Taiwan. (waktu Taipei 1 jam lebih dulu dari Jakarta). Setelah turun dari pesawat kami diarahkan ke gate transfer. Disana rupanya ada mall kecil yang berisi aneka duty-free shop dan kios internet gratis. Waktu transfer yang 2 jam lebih sedikit kami isi dengan meregang kaki dan main internet. Jam 22.30 kami dipanggil masuk lewat gate C6 yang diatasnya bertuliskan Image of Taiwan lalu turun ke basement dimana sudah berkumpul banyak sekali orang dari asal penerbangan yang berbeda.
Beberapa menit sebelum jam 23.00 kami sudah masuk ke dalam badan pesawat B777-300ER dengan formasi kursi 3-4-3 yang punya 2 hall kelas bisnis dan 3 hall kelas ekonomi..hhmm..so spacious!
Penerbangan Taipei-Seattle memakan waktu 10,5 jam. Kami menyambut sinar matahari diatas lautan Pasifik pada saat jam menunjukkan jam 1 pagi lewat sedikit waktu Jakarta.. what a cross-eyed experience! Meskipun ngantuk berat, susah payah kutahan mata agar tidak terpejam untuk mengurangi efek jetlag setiba di Seattle nanti. 3 film kutonton mulai dari ‘Just Wright’, ‘The BackUp Plans’ sampai ‘Shrek 4ever After’, dengerin ipod, berulangkali minta jus jeruk dingin.. haha, sempat merem melek beberapa kali, namun sukses ngga tertidur lelap (walaupun kepala pusingnya ngga keruan) sampai tiba di SeaTac jam 19.01 waktu Seattle atau jam 9 pagi di Indonesia.

Setelah melewati prosedur imigrasi bagi visitors dan special registration (blah!yang berlaku bagi negara2 tertentu dengan level terorist suspected lumayan tinggi), walaupun sudah pernah berkunjung namun kami tetap di data ulang meski tidak perlu lagi melewati prosedur pengisian form dan wawancara dari mereka sehingga waktunya lebih cepat dari ketika pertama kali datang, tapi tetap saja makan waktu (1,5 jam, hhhhhpff).
Selesai semua prosedur, Welcome to US!! segera kami mengambil koper-koper ( syukurlah, ngga perlu terjegal proses pemeriksaan koper lagi spt penumpang lain yang masih antri untuk dibuka kopernya🙂 ngga tau kenapa, yg pasti ini pertolongan Tuhan shg oleh2 makanan selamat semua, hehe) dan keluar dengan light rapid trans ke gerbang penjemput. Disana telah menunggu adik lelaki suamiku dengan senyum lebar yang berarti “same sucks procedure hah?”😀
Anyway, we arrived sound and safely at my mother’s house around 21.30, chat 4 a moment, bagi2 holiday treats then go to sleep at 22.30. For sure, it felt like ‘the best bed I ever sleep on’😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s