>Yoga Mind @ Michael Resorts

>

Tanggal 14 Agustus 2010 kami berangkat sekitar jam 08.30 menuju ke Bogor. Rencana semula mau berangkat lebih pagi, sekitar jam 6, karena akan ikut tur dari resor mengunjungi desa Ciasmara. Namun malam sebelumnya di-info oleh manajemen resor bahwa jalan yang akan dilalui adalah jalan kelas 5 (berbatu) dan harus menggunakan kendaraan sendiri, dibatalkanlah rencana tsb karena kami sayang sama si coklat..hehe.

Untuk menuju Michael Resorts sebenarnya bisa juga melalui tol lingkar luar Bogor tapi karena niat kami mau makan siang dulu di Bogor maka exit tol yang dipilih adalah yang keluar di kota langsung.
kiri: pintu tol percobaan yg aneh
kanan: macet jl Veteran

Karena mau makan di Botani Square, dari lampu merah depan terminal Baranangsiang kita langsung belok ke kanan. Maksud hati mau cari putaran balik ke arah mal-nya IPB tsb, kami malah terjebak macet sampai ke jl Veteran segala, bahkan keterusan sampai muncul2 udah di taman topi dekat setasiun kereta..halah!!
Akhirnya masuk parkiran mal udah sekitar jam 11 kurang sedikit. Makan di Rice Bowl sekitar 1 jam (ehm, syomainya enaaaak bener), jam 12.15 perjalanan dilanjutkan ke arah kampus IPB Dramaga (bukan Baranangsiang ya, ingaat!!)

kiri: jalanan di desa Ciampea lengang dan sempit

Sebagai petunjuk, keluar dari Botani Square ambil arah ke kanan dan ikuti saja jalan ke arah tol jagorawi, lalu putar balik kembali ke terminal Baranangsiang. Dari lampu merah lalu belok ke kanan dan terus ambil jalur di sebelah kanan saja. Di lampu merah depan Botani Sq lurus aja, jangan belok kiri karena nanti akan terjebak macet abadi di depan pasar dan terpaksa ikut jalan yang satu arah ke Veteran spt kita. Setelah lewat lampu merah tsb, ganti jalur sebelah kiri, susuri tepian kebun raya sampai ketemu hotel Salak the Heritage di sebelah kanan, ganti jalur ke kanan, siap2 untuk belok ke kanan di lampu merah berikut. Dari sana ikuti saja petunjuk lalin ke arah kampus IPB Dramaga.

Setelah melewati kampus IPB, ikuti saja jalan tsb sampai ketemu pertigaan yang ada Alfamart, kantor polisi Cibungbulan dan Indomaret berjejer di sebelah kanan, dan ada tanda: 18 km to Michael Resorts di sebelah kiri. Langsung belok ke jalan kecil di kiri jalan yang banyak angkot ngetem. Dari Bogor sampai sini sekitar 1 jam kalau lancar tanpa macet.

Jalan selanjutnya berupa jalan desa yang relatif mulus tapi sempit shg kalau berpapasan dengan

kendaraan lain musti agak2 ngerem. Dari belokan jalan raya besar tadi sampai tiba di resor makan waktu sekitar 30 menit.

kiri: inside Botani Square
kanan: petunjuk di gerbang kawasan wisata Gunung Salak Endah

kiri: tanda di pertigaan Cibungbulan
kanan: gerbang resor

Btw, nanti menjelang masuk kawasan wisata Gunung Salak Endah ada gerbang yang dijaga petugas yg akan minta uang masuk sebesar Rp 17.500 untuk 3 orang dan 1 mobil. Resmi koq, dapat karcisnya pula🙂
Dari pertigaan tadi jalanan akan menanjak sekali, jadi jangan lupa persiapkan kendaraan dengan baik supaya ngga mogok atau bermasalah dengan ban ya..ya..ya..

kiri: pemandangan menjelang resor
kanan: vila damar yang kami sewa

kiri: si coklat sedang beristirahat…
kanan: Kevin lagi meneliti vila yg lain

Sampai di gerbang resor yang penjagaannya super ketat, kita diminta untuk menunjukkan surat konfirmasi pemesanan vila, untung saya bawa nih..

Setelah surat dibawa masuk untuk diteliti apakah mengandung bahan peledak atau tidak😀, barulah pintu gerbang dibukakan bagi kita..hehe.


Ngga berapa lama kami dan barang bawaan yang ngga banyak (cuma 2 travelling bag kecil) dibantu oleh 2 belboy (mungkin karena saat itu rada sepi shg ngga ada kerjaan, jadi harus dikaryakan setiap ada kesempatan ya..) diantar oleh supervisor ke vila damar yang kami sewa. Jadi total ada 3 yg nganterin🙂

Vilanya apik, dengan 2 kamar tidur (yg satu Quen sz, satunya lagi berisi twin bed @ 120cm), dan 1 kamar mandi dengan gas water heater yang saat dinyalakan akan bunyi tttkkkk…dddrrrt…bbbuuulll, shg Kevin kalau mau mandi harus disiapkan dulu airnya dalam gentong keramik cina yang bagus itu, haha.

Untuk tarif klik di sini

kiri: pose gembira saat baru tiba🙂

Kalau mau berenang juga bisa disini asal tahan dingin aza😀

kanan: berpose gaya diatas sungai kecil bernama sungai Cimudal, yang terletak di kaki resor ini. Untuk turun ke bawah tinggal ikuti jalan setapak berbatu alam yang sudah dibuat oleh resor, namun hati2 bagi yang hamil, sudah berusia lanjut atau balita.., karena lumayan curam dan takutnya ngga kuat balik ke atas🙂
kanan: vila Bamboe
kiri: Kevin dibawah vila Okaria

Nanti kalau berkesempatan nginap disini lagi aku mau coba vila bamboe karena tempatnya yg unik, atau vila Okaria karena viewnya yang langsung menghadap ke lembah bagus banget.


Saat kami sampai tadi jam sudah menunjukkan pukul 14:05 dan hujan turun rintik-rintik. Jadi saat kami mulai explore keadaan resor ini, rumput dan jalan setapaknya lumayan basah.

Mulanya kami tengok kolam renang lebih dahulu karena si Kevin sudah merengek-rengek minta berenang dari tadi. Untungnya hujan membuat keadaan kolam jadi dingin sehingga dia memutuskan untuk ikut kami jalan ke bawah dulu.
Kolase diatas aku buat dari beberapa foto bunga yang kami temui di dalam resor, dan juga satu foto batu yang ditumbuhi lumut dengan subur hingga menyerupai karpet beludru. Koleksi bunga-bunga mereka sangat banyak dan sebagian termasuk jenis yang sudah langka.

Di bagian bawah resor terdapat mata air yang airnya katanya sih bisa langsung diminum. Juga terdapat aliran sungai Cimudal.

Sekitar 30 menit kami jalan ke arah bawah lalu setelah puas kami kembali ke arah atas namun kali ini kami memilih jalan menanjak yang ke arah kiri karena katanya bisa lihat air terjun dari ujung resor ini.

Perjalanan menuju tempat viewing air terjun itu

kiri: Kevin dibantu papanya saat mau menyeberangi sungai
kanan: saat morning walk

melewati spot yang mereka beri nama ‘kampung monyet’. Aku tidak sempat bertanya ada berapa ekor monyet yang ada di situ. Kami hanya bertemu seekor saja. Monyetnya dari jenis Surili yang berasal dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah dan sudah digolongkan sebagai hewan langka sejak tahun 1988.

Setelah melewati kampung monyet, kami sampai di satu kandang kecil yang berisi kanguru kecil yang asalnya dari Merauke. Lucunya kanguru ini bisa tersenyum dan mendatangi kita untuk minta makanan. Tapi karena ngga tahu makanan yang boleh untuknya maka kami ngga berani memberi bekal kami buat dia…poor little cute one

Dari kandang tersebut, jalan masih lumayan menanjak..sampai akhirnya di ujung kanan resor tibalah kami di sebuah cekungan dengan pinggir kanan berbatasan langsung dengan jurang yang lumayan dalam, dan di depan kami sedikit tertutup dahan2 pepohonan, berdiri tegak sebuah air terjun yang suara airnya dapat terdengar dengan jelas walaupun dari jarak yang lumayan jauh…

Puas mengambil foto disana, kami balik ke atas. Hujan sudah berhenti dan Kevin tidak puas kalau belum nyebur ke kolam renang. Jadi acara selanjutnya adalah menonton Kevin main air sebentar karena aku ngga mau kedinginan kalau harus ikut masuk ke kolam.

Saat kembali ke vila, sudah menanti semangkuk besar kolak panas yang disediakan oleh pihak resor selama bulan puasa ini ..nyam..nyam😀


kiri: view air terjun dari dalam resor. Kalau sedang tidak hujan kita bisa keluar dari resor lalu jalan ke arah kiri dan tidak jauh dari situ lewat jalan setapak sekitar 10 menit sudah sampai di bawah.

kanan: hutan pinus di dekat resor

kiri: Kevin di depan pintu restauran
Karena resor ini jauh kemana-mana maka untuk makan malam kami ‘terpaksa’ beli makan dari dapur mereka. Menu yang paling cocok hujan2 (lagi) begini adalah nasi goreng. Kevin pilih nasi goreng seafood sedang kami berdua nasi goreng ikan asin yang lumayan enak.

Malamnya aku langsung grook..grook..zzztt, sementara Kevin belajar IPS dengan papanya karena hari senin ada ulangan, kasihan ya😦

Keesokan paginya kami bangun sekitar jam 6, dari jendela kamar kami menonton bajing yang sedang memanjat pohon damar dekat jendela, sayangnya ketika mau di foto dia malah sembunyi😦
Lalu kami langsung jalan-jalan pagi mengelilingi resor lagi. Udara yang segar membuat badan dan pikiran jadi ‘plong’..hehe..

Left: David sedang memotret monyet Surili






Left: Monyet Surili sedang nongkrong dengan asyiiiknya…








Setelah puas berkeliling, hampir jam 8 pagi kami mampir di restauran resor untuk sarapan. Menunya lumayan, ada eggs counter yang juga menyediakan waffle dan pancakes, nasi dan mie goreng, ayam (mirip) kentucky, bubur ayam, aneka roti dan buah serta jus.




Habis sarapan kami segera beberes dan check-out karena mau lihat air terjun Cigamea dan hutan pinus di atas sana.



Eh, rupanya ngga berapa lama kemudian hujan turuuuuun lagi dengan derasnya sehingga kami ngga bisa turun ke air terjun karena jalanannya liciiin sekali. Akhirnya kami hanya bermobil ke arah hutan pinus dan ketika hujan deras berubah jadi rintik-rintik segera kami turun dari mobil untuk mengabadikan suasana pine forest yang indah ini. Setelah itu mobil segera mengarah kembali ke Bogor…………………..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s