>Waterbom PIK

>

Kami sekeluarga sangat cinta segala tempat yang berhubungan dengan berenang. Dari kolam renang sampai laut, ngga ada tawaran liburan yang akan kami tolak kalau berkenaan dengan yang satu ini. Jadi bukan asal2an kalau aku masukkan Waterbom sebagai salah satu topik di blog-ku ini.🙂
Selain yang di Pantai Indah Kapuk kami pernah icip-icip kum-kum di Bali dan yang di Cikarang. Setelah sekian tahun lewat baru ‘ngeh’ bahwa ternyata yang berafiliasi hanya yang PIK dan Bali, sementara yang Cikarang sudah tidak lagi. Dari namanya juga bisa dilihat, yang dua disebut Waterbom sementara yang di Cikarang: Waterboom dengan 2 huruf O. Jadi sekarang jelas sudah yang mau kubahas disini adalah salah satu Waterbom yang dibangun di Pantai Indah Kapuk ya.
Dari mulai dibuka, sudah beberapa kali kami pergi kesini. Jadi post ini fotonya memang terdiri atas beberapa kali kunjungan🙂

Setelah membayar harga tiket masuk yang lumayan😦 , (kalau punya stnk mobil honda lumayan lho)

Langsung menuju ke area loker dan kamar ganti. Klik disini untuk harga sewanya.

Kevin yang tidak sabar langsung berlari menuju area Bomblazter yang menumpahkan air dari ember besar tiap 5 menit.


Kami bersantai dulu di area pleasure pool, tidur2an sambil nonton orang2 yang sedang main volly pantai di dalam kolam.

Ketika panas matahari sedang bersahabat kami segera meraih ban pelampung dan melompat ke Wild River yang berarus sedang dan dapat berubah lumayan kencang kalau Wave pool-nya dinyalakan.
Tapi menurutku kalau untuk urusan main ombak yang paling enak di Jakarta adalah di Ocean Park BSD. Mungkin karena kolam ombaknya besar banget membuat ombaknya lebih enak dinikmati dan sungainya juga berarus dan berombak jauh lebih kencang walaupun tidak begitu dalam sehingga cukup aman untuk anak. Hanya sayangnya Ocean Park dengan tarifnya yang lebih murah membuatnya lebih banyak dikunjungi orang, yang tidak dibarengi dengan maintenance pool yang seimbang sehingga terakhir kami kunjungi koq jadi rada2 jorok ya keadaannya.
Kelebihan di Waterbom adalah dari aneka perosotannya. Yang di Bali malahan jauh lebih asyik lagi. You should try!
Foto kiri adalah my hubby waktu mencoba Speed Slide yang merupakan perosotan tertinggi dan tercuram di PIK ini, whoaah..
Speed Slide akan membawa kita meluncur dengan kecepatan 70 km per jam dari ketinggian 20 meter sepanjang 113 meter!
Oh ya, kalau kemari jangan lupa untuk menggunakan pakaian renang betulan ya, bukan sekedar kaos dan celana pendek, karena tiap perosotan ada pengawasnya dan mereka akan melarang orang yang tidak menggunakan pakaian renang yang benar untuk meluncur, mungkin takut bajunya akan membahayakan kita ya, karena di dalam terowongan kan kita hanya sendirian dan kadang posisinya akan terputar2 ngga karuan.
Ada juga perosotan yang merupakan favoritku, namanya The Whizzard, yang merupakan 2 perosotan kuning yang saling berdampingan. Jadi bisa dipakai lomba sama ayah, ibu, kakak, adik,teteh, om, eyang…..🙂 Syaratnya hanya bawa alas berwarna biru, lalu kita hanya perlu tidur tengkurap diatasnya dan meluncur dengan kepala duluan..hehehe
Disini semua ban pelampung dan alas perosotan gratis, kalau di Ocean Park masih harus bayar lagi. Untuk sewa loker, handuk dan deposit uang makan, semuanya disimpan di gelang tangan yang ada barcodenya. Jadi kalau mau jajan tinggal angsurin aja tangan kamu, mereka scan, makanan siap kita bawa. Praktis dan kalau ada sisanya bisa kita refund di pintu keluar, yaitu di area toko souvenir dan baju renang.
Ada lagi Aquatube, 3 perosotan yang mengharuskan kita untuk memakai ban pelampung untuk meluncur di dalamnya. Satu perosotan terbuka total dari atas sampai bawah, satunya tertutup semua, yang terakhir setengah terbuka. Silahkan pilih mana yang kamu suka. I prefer the open one.
Oh ya, yang ngga boleh ketinggalan untuk di review adalah The Hairpin. Perosotan ini merupakan ikon PIK, karena di Bali ngga ada yang beginian. Pelampungnya besar dan muat untuk 4 orang. Kalau mau berdua aja juga boleh. Namun hati-hati dan pegangan yang kuat ya, karena saya punya pengalaman buruk di tempat yang satu ini.
Saat pertama kali mencoba Hairpin, air yang dialirkan ke terowongan ngga terlalu banyak, sehingga arus yang terjadi cukup pelan dan membawa pelampung kita turun perlahan ke bawah. Rasanya cukup mengasyikkan.
Namun kali terakhir kami kesana, air dialirkan cukup banyak ke dalam terowongan sehingga ban kita meluncur dengan cepat, sampai di bawah pelampung mengalami hentakan cukup keras ketika menyentuh permukaan air di kolam kecil di bawah sana yang membuat aku terlontar keatas dan bersalto kebelakang, padahal aku sudah berpegangan erat pada pelampung. Untung aku ingat untuk membawa badan ini ke atas sehingga kulit ngga perlu tersayat pada dasar kolam yang terbuat dari batu alam dan dangkal itu (saran: kolam harus direnov dan dibuat lebih dalam lagi). Bayangkan kalau yang terbalik anak2!!!! Petugas menyalahkan aku, katanya aku ngga pegangan!~!!@ dasaaaaar gak profesional! Suer ngga mo naik Hairpin lagi…
Urusan makanan PIK kalah jauh dibandingkan yang di Bali. Bali punya fish&chips yang ‘zeledap’ ;p maksudku : lezat dan sedap. Kalau di PIK makanannya biasa2 aja, ada pizza yang lumayan tapi harganya juga gitu deh, selebihnya standar aja. Harusnya mereka merangkul merk terkenal untuk jualan disini ya. Seperti Wild2Wet di Singapura yang mengajak Pizza Hut, KFC, Yakult dan Coke serta Pepsi untuk mengisi booth foodcourt mereka.
Secara keseluruhan tempat ini enak dikunjungi rame-rame dengan teman maupun keluarga besar, poin minus terakhir adalah parkir yang masih harus bayar lagi max Rp 5ribu, harusnya kan gratis ya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s